BAB I
PENDAHULUAN
Proses belajar mengajar pada hakikatnya adalah proses komunikasi, yaitu proses penyampaian pesan dari sumber pesan melalui saluran atau media tertentu ke penerima pesan. Untuk mendukung hal tersebut, maka diperlukan adanya media dalam proses belajar mengajar. Salah satunya adalah media audio atau program rekaman suara. Media ini bersifat auditif dan mendominasi komunikasi dalam kehidupan sehari-hari. Mulai dari tingkat sekolah dasar sampai perguruan tinggi, komunikasi audio banyak dipergunakan dibandingkan dengan kegiatan komunikasi lainnya.
Dalam makalah ini akan dibahas mengenai pengertian media rekaman, jenis media audio, peralatan yang diperlukan dalam proses rekaman, kelebihan dan kelemahan, serta aplikasi dan kegunaan dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Program Rekaman Suara (Audio)
Program rekaman suara (audio) merupakan jenis media yang relatif murah untuk mengkomunikasikan pengetahuan informasi tertentu. Secara fisik program audio dapat berupa piringan hitam, compact disc, pita open reel, dan kaset audio. Media audio mempergunakan bermacam jenis sumber suara seperti suara manusia, suara binatang, suara musik dan suara lingkungan sekitar untuk mengemukakan pengetahuan dan informasi.
Biasanya media audio digunakan untuk tujuan melatih dan mengembangkan kemampuan mendengar, pengucapan dalam mata pelajaran bahasa asing, dan kemampuan memahami suatu cerita yang diungkapkan secara verbal. Medium audio bermanfaat untuk melatih kemampuan dalam memahami gagasan utama dan penjelasan yang dikomunikasikan melalui rekaman suara.
B. Jenis Media Audio
Jenis Media Audio Ukuran Kelebihan Kelemahan
Piringan Hitam Diameter
7,10,12 cm Pemilihan bagian yang akan didengar dapat secara mudah dilakukan.
Murah.
Memiliki variasi program yang luas
Tidak praktis pemakaiannya
Mudah tergores
Mudah rusak jika terkena panas
Memerlukan ruang penyimpanan lebih besar,dll.
Compact Disc Diameter 12,5 cm Sangat kuat
Memiliki kejelasan tinggi
Tidak ada noise
Dapat mencari data dengan mudah Hanya untuk playback mahal
Pita Kaset Suara Bentuknya simple
Mudah dibawa Kualitas kejelasannya kurang karena dapat merekam noise secara tidak sengaja
Pita Open reel Lebar pita 0.25 inci Program pada pita dapat dihapus dan dipergunakan untuk merekam program lain
Tidak mudah rusak
Mudah dismpan
Pita yang rusak dapat diperbaiki
Mudah diedit Pemilihan bagian program yang kan didengar sukar ditentukan
C. Peralatan Produksi Rekaman
Beberapa peralatan pokok untuk perekaman audio, minimal terdiri dari atas: mikrifon, alat perekam (recorder), alat pemutar hasil rekaman (player), alat penyampur sumber suara (mixer), dan beberapa fasilitas lainnya yang diperlukan.
1. Mikrofon : alat ini merupakan ditektor yang mengubah gelombang suara menjadi gelombang elektronis. Gelombang elektronis yang dibangkitkannya masih sangat lemah sehingga memerlukan penguatan terlebih dahulu untuk bisa direkam pada pita suara.
2. Perekam (recorder): alat ini merupakan alat perekam atau penyimpan gelombang-gelombang suara dalam bentuk gelombang magnetik, yang bisa diperdengarkan kembali bila diperlukan. Penyimpanan gelombang-gelombang ini biasanya dalam pita magnetik atau piringan suara. Penyimpanan dalam piringan suara berbeda dengan pita magnetik. Dalam piringan suara disimpan dalam bentuk lekukan-lekukan yang sesuai dengan gelombang suara yang direkamnya. Lekukan ini berbentuk saluran melingkar yang halus sekali, sehingga tidak akan terlihat dengan mata telanjang atau tanpa alat pembesar.
3. Alat pemutar hasil rekaman (player): alat ini tidak berbeda dengan alat perekam, hanya fungsinya yang dibedakan dalam pemanfaatannya. Semua alat perekam pada pita magnetik umumnya bisa dipakai pula sebagai alat pemutar.
4. Alat penyampur (mixer): alat ini dimaksudkan sebagai alat untuk menyatukan atau mengatur signal-signal suara dari satu sumber. Alat ini bisa dipergunakan pula sebagai alat pembuat effect suara.
5. Fasilitas perekam lainnya. Fasilitas ini dimaksudkan sebagai peralatan lainnya yang akan menunjang kesempurnaan kualitas dan kemudahan dalam mendapatkan hasil rekaman. Selain untuk mencapai kesempurnaan bisa pula untuk membuat tambahan efek-efek suara lainnya yang diperlukan. Tujuan pengadaan peralatan tambahan ini biasanya dipertimbangkan untuk pengadaan suatu unit studio.
D. Kelebihan dan Kelemahan Media Audio
Beberapa kelebihan alat perekam sebagai media pendidikan diuraikan di bawah ini:
1. Relatif murah untuk mengkomunikasikan informasi.
2. Mudah diperoleh dan mudah digunakan.
3. Fleksibel untuk digunakan dalam proses belajar baik berkelompok maupun individu.
4. Bentuknya ringkas dan mudah dibawa.
Kelemahan media audio antara lain adalah:
1. Memerlukan suat pemusatan pengertian pada suatu pengalaman yang tetap dan tertentu.
2. Bersifat abstrak
3. Media ini hanya mampu melayani secara baik bagi mereka yang sudah mempunyai kemampuan dalam berfikir abstrak.
4. Media ini hanya menekankan komunikasi satu arah yang memiliki potensi interaktif minimal.
BAB III
PENUTUP
Manfaat media audio di dalam pengajaran terutama dirasakan benar dalam melatih berbahasa asing, music literary, belajar jarak jauh, dan paket belajar. Ada beberapa keuntungan yang dapat diperoleh dari jenis media ini, antara lain dalam hal melatih daya ingatdan mengungkapkan kembali gagasan cerita yang disimak. Melatih diri dalam memisahkan informasi yang relevan, serta dapat pula melatih daya analisis.
Disamping kelabihan, ada beberapa kelemahan dari media ini antara lain media audio dalam pengguanaannya memerlukan latihan khusus, diperlukan juga perbendaharaan kata-kata bagi para pendengarnya untuk bisa memahami isi pesan yang disampaikan, dalam hal-hal tertentu perlu dibantu dengan media visual.
DAFTAR PUSTAKA
Agus P., Benny, Media Teknologi, (Jakarta: Universitas Terbuka, 2004).
Sudjana, Nana, Media Pengajaran, (Bandung: Sinar Baru Algesindo, 2009).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
komennya dunxz